Saturday, November 21, 2015

Pesan Nabi Muhamad SAW Untuk Orang Tua




Sebagai orang tua tentunya tidak mengingikan keturunan yang tidak baik, sebab anak adalah investasi jangka panjang dan amanah yang di berikan Allah swt. Celakalah kita apabila membiarkan anak-anak dalam kesulitan atau kebodohan. Untuk ketahuilah hal-hal apa saja sih yang harus dilakukan oleh orang tua yang sesuai dengan nasihat-nasihat Nabi Muhammad saw.

Perawi hadits ternama Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar ra. bahwa ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda : ”Seorang imam adalah pemimpin, dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Seorang lelaki adalah pemimpin di keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas keluarga yang di pimpinnya. 

Seorang wanita adalah pemimpin dirumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang pelayan adalah pemimpin harta milik tuannya dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya.” Muttafaq ‘alaih

Fitrah Kelahiran Seorang Anak

Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Hurairah ra. berkata : Rasulullah saw bersabda : “Tiada seorang bayi pun yang lahir melainkan ia dilahirkan di atas fitrah. Lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Majusi atas Nasrani; seperti binatang itu melahirkan binatang yang sama secara utuh. Adakah kamu menemukan adanya kebuntungan? Kemudian Abu Hurairah ra. membaca firman Allah, Tetaplah pada fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus.” (Ar Rum : 30)

Surga Balasanya Bagi Orang Tua Yang Sabar Di Tinggal Mati Anaknya

Imam Tirmidzi meriwayatkan – dan ia menyatakan sebagai hadits hasan- dari Abu Musa Al-Asy’ari saw. bahwa Rasulullah saw. bersabda : Jika anak hamba meninggal dunia, maka Allah berkata kepada para malaikat, “Apakah kalian sudah mengambil nyawa putera seorang hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Ya.” Allah bertanya lagi, “Lalu apa yang dikatakan oleh hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Ia membaca hamdalah (memuji Allah) dan istirja’ (mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un; kita ini milik Allah dan hanya kepada-Nya kita kembali).” Allah kemudian berfirman, “Kalau begitu, bangunkan untuk hamba-Ku itu sebuah rumah di dalam surga dan namakan rumah tersebut dengan Baitul-Hamdi (Rumah Pujian).”

Bersedekah Dengan Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Imam Ahmad meriwayatkan dengan isnad jayyid dari Miqdam bin Ma’dikarib ra. bahwa ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Makanan yang engkau makan sendiri adalah sedekah bagimu; makanan yang engkau berikan kepada anakmu adalah sedekah bagimu; makanan yang engkau berikan kepada istrimu adalah sedekah bagimu; dan makanan yang engkau berikan kepada pelayanmu adalah sedekah bagimu.


Larangan Membunuh Anak karena Takut Miskin

Dalam shahihain disebutkan riwayat dari Abdullah bin Mas’ud bahwa ia berkata, “Saya tanyakan kepada Rasulullah, “Dosa apakah yang paling besar?” Beliau menjawab, “Bila engkau jadikan tandingan bagi Allah, sedangkan Dia yang telah menciptakanmu.” Saya tanyakan lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jika engkau bunuh anakmu karena takut bila makan bersamamu.” Saya tanyakan, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jika engkau berzina dengan isteri tetanggamu.”

Berdo’a Kebaikan Ketika Meminta Keturunan

Bukhari dalam shahihnya (Bab Thalab al Walad lil Jihad; Anak yang minta izin berjihad) dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sulaiman bin dawud as. pernah berkata, “Sungguh aku akan menggilir seratus isteriku dalam semalam –atau Sembilan puluh Sembilan- yang masing-masing akan melahirkan penunggang kuda yang berjihad di jalan Allah!” Saudaranya kemudian berkata, “Katakanlah InsyaAllah!” Namun ternyata Sulaiman tidak mengucapkan InsyaAllah, dan akhirnya tidak seorangpun dari mereka yang hamil kecuali satu orang saja yang melahirkan seorang anak yang tidak sempurna. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, andaikan saja ia mau mengucap InsyaAllah, tentu dari mereka akan lahir para penunggang kuda yang berjihad di jalan Allah seluruhnya.”

Anjuran Rasulullah Untuk Berdo’a Meminta Anak

Thabrani meriwayatkan dari Hafsah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian meninggalkan do’a meminta anak, karena sesungguhnya seorang itu jika meninggal dan ia tidak punya anak, maka namanya terputus.”


Bersikap Lembutlah, Maka Allah akan Memberikan Kebaikan Bagi Keluarga

Imam Ahmad meriwayatkan dari A’isyah ra. bahwa Rasulullah saw. berkata kepadanya : “Wahai A’isyah bersikap lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki sesuatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan kepada mereka sifat kelembutan ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki kebaikan pada suat keluarga, maka Allah memasukkan rasa kelembutan ke dalam hati mereka.”

Sayangilah Anak

Al Bazzar meriwayatkan dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda : “Sesungguhnya setiap pohon itu ada buahnya, dan buahnya hati itu adalah anak. Sesungguhnya Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi anaknya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangannya, tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang.” Kami tanyakan, “Ya Rasulullah saw. sesungguhnya kami semua adalah penyayang.” Nabi bersabda, “Yang namanya sayang itu bukanlah seseorang di antara kalian menyayangi temannya, akan tetapi kasih sayang yang sesungguhnya adalah menyayangi semua manusia.

Peringatan Kepada Imam Shalat Ketika Ada Anak Kecil yang Menjadi Makmumnya

Dalam Shahihain disebutkan riwayat hadits dari Abu Mas’ud Uqbah bin Umar Al Badri ra. bahwa ia berkata, “Pernah ada seseorang yang datang menghadap Nabi saw. lalu berkata, “Sesungguhnya aku terlambat mengerjakan shalat shubuh karena si Fulan yang menjadi imam memanjangkan shalat.” Maka aku belum pernah melihat beliau marah dalam memberikan petuah melebihi kemarahan beliau ketika itu. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya di antara kalian terdapat orang-orang yang membuat lari. Maka siapa saja di antara kalian yang mengimami shalat orang banyak, hendaklah ia mempersingkat, karena di belakangnya terdapat orang tua, anak kecil dan orang yang punya kepentingan lain.”

Anak yang Shalih Merupakan Investasi Pahala Orang Tuanya

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika seorang manusia telah meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal : sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan.”
Pesan Nabi Muhammad Untuk Orang Tua


Dan masih banyak lagi pesan-pesan nabi Muhammad SAW untuk para orang tua, kiranya kita dapat mengambil hikmah dari yang sudah dijelaskan di atas.

No comments:

Post a Comment